About Me

My photo
Wonogiri, atau Solo, Jawa Tengah, Indonesia
arfin is just an arfin

Sunday, September 2, 2012

Perahu Kertas - Review:Melajulah ke Laut Menuju Neptunus

okey, sebagai preface sebelum masuk ke review gua mau curhat dulu, ini review sebenere mau aku post ke mana gw bingung, soale males login ke blogspot yang udah karatan ga jelas gara2 ga pernah kebuka, dan akhirnya muncul ide buat ngepost ini di tumblr aje. tAPI akhirnya dipost ke blog. oke sekarang masuk ke nulisgaje reviewnya aja.


Review Perahu Kertas The Movie 

Melajulah ke Laut Menuju Neptunus.

 
review ini mungkin akan menjadi sedikit subjektif karena selain saya ngga biasa nonton film indonesia di bioskop dan sekalinya nonton langsung film yang kayak ginian(film cewek/shojo) jadi kalo rada gaje dan subjektif ya maklum.

Review ini akan saya mulai dengan kejadian berberapa hari kemarin, tepatnya hari senin minggu terakhir bulan agustus 2012, berberapa hari setelah iedul fithri, dan disebabkan oleh hecticnya persiapan hari lebaran maka informasi tentang film saya pun sangat sedikit, dan tiba2 seseorang sosok cewek yang notabene rumahnya di Solo, dan posisi saya masih di Wonogiri, untuk lebih singkatnya rumahnya berjauhan, sesosok cewek ini mengajak saya untuk menonton film yanng berjudul Perahu Kertas, terus terang saya langsung tahu kalo ini adaptasi dari buku, soale di Semarang banyak teman saya yang fanatik dengan karya Dewi Dee Lestari tersebut, tapi saya belum pernah baca sampai pada sebelum saya benar-benar menyaksikan film tersebut. Singkat ceita pada hari senin itu saya tidak jadi nonton disebabkan oleh tiket yang tersisa ternyata cuma yang barisan depan saja dan doi ngga mau ditambah pula doi ngga boleh pulang terlalu sore sama mamanya, ya pada hari itu saya hanya bisa menemani doi yang mukanya ditekuk seribu dan seharian cuma berkeluh kesah tentang hal yang sama yaitu kegagalan menonton.

Pada hari berikutnya saya masih ongkang ongkan belongkang karena saya masih belum pulang juga ke semarang untuk menyelesaikan skripsi dikarenakan oleh saya mau pindah rumah september ini (yay!), by the way, saya semester 11 dan belum mulai bimbingan, padahal sudah banyak teman yang pada kerja dan lulus. okay, and that’s aside, saya iseng research tentang film ini, dengan mencari ebook bukunya, dan pada akhirnya keajaiban buku ini terbukti, saya tidak bisa berhenti membaca buku Dee yang satu ini, saya seperti tersihir untuk masuk ke lipatan demi lipatan perahu kertas yang sudah diarungkan menuju laut untuk bertemu dengan neptunus, buku dengan tema yang ringan dan bahasa yang indah menurut saya, khas bahasanya dee, saya pun selesai khatam buku Perahu kertas dengan indah, karena seperti buku2 lain yang saya baca, mau dan brown ataupun apapun, pasti slese satu hari. hehe, dasar sebenarnya suka baca buku, tapi jarang beli, alias pinjem melulu, dan akhirnya saya menjadi infantuated dan charmed oleh karakter Kugy Karmacharmeleon yang rada konslet, tapi berhubung saya juga konslet, tapi cuma bedanya saya cowok dan jarang bicara, ya saya bilang itu normal.

Pada dasarnya cerita dari buku ini sedikit banyak agak cliche karena temanya cinta, dan ini umum sekali, pasang surutnya air laut, eh bukan, cinta maksud saya. tapi dengan gaya bahasa dan penggambaran khas dee, saya berhasil dengan berguling guling di tengah jalan sambil ngakak dengan indah menjadi suka dengan karakteristik tokoh pertokoh, narasi per narasi, dan bagian per bagian bab. dan karena seakan2 jatuh cinta dengan ceritanya saya nekat ngeloyor ke bioskop pada hari sabtu dengan adik saya pas tengah hari untuk nonton filmnya, soalnya adik saya juga sekalian mau beli sepatu.

dan akhirnya saya berhasil menonton perahu kertas tanpa tahu info mendetil soal hal teknis kecuali nama sutradara si hanung bramantyo, dan Dee sendiri yang menjadi Script writernya sayapu nekat nonton film ini yang kalo bisa dibilang hampir sama dengan S-Grade FTV seperti yang dibilang sama kouhai saya yang sudah duluan nonton.

Pada awal Scene, yang paling menancap di hati adalah scenery laut yang ngga kebayang indahnya, benar2 ngga bisa ngebayangin dimana film ini mengambil laut sebagai setting klimaks pada nantinya, dan sudah dikasih laut sebagai pembuka film, seperti kata kugy, deburan air laut adalah lagu alam paling indah, dan tempat paling menenangkan adalah laut, itu benar, karena saya sendiri juga suka laut. untuk teknis ceritanya saya tidak terlalu memperhatikan karena pada dasarnya sama dengan yang di novel dan film ini bisa dibilang sebagai proyeksi visual dari novel yang pada dasarnya sangat visual sekali, karena digambarkan dengan sangat detil melalui huruf demi huruf. dan pas WTF momentnya yaitu saat saya tahu ternyata ini bagian pertama dari dua bagian film, sebenere niatnya bagus sih, si sutredere sudah sangat patuh pada cerita novelnya, sampe katanya post production habis editing total film jadi 5 jam lebih. pada dasarnya banyak scene di buku yang sedikit diubah dan dikurangi sih.

untuk teknik penokohannya agak ngga puas soalnya si maudy ayunda, walaupun cute minta ampun, pas meranin kugy saat asik dengan dunianya sendiri, keliatan banget matanya kosong, ngga ada emosinya. sebenere sayang banget, soalnya pada dasarnya, dalam cerita buku maupun filmnya itu kebanyakan bercerita dengan narasi dan sileent expression respectively. penokohan pairing eko-nony, sangat dapet banget karakternya, keenan yang kurang bule, tapi wajah memelasnya dapet, weirdo berwajah melas. untuk luhde dah bagus aktinge, padahal saya belum tahu dia siapa, walau agak kaku, tapi kata-katanya masih pedas walaupun ngga semua keluar.

untuk musiknya bagus, karena kebanyakan saya ngga tahu siapa yang nyanyi dan kebanyakan cocok dengan adegan per adegan, tapi gara2 kerjaannya si sutredere yang kebiasaan naroh musik terlalu sering di adegan yang sebenarnya hanya perlu sedikit musik saja cukup, saya menjadi sedikit banyak unimpressed dengan musik dia. tapi sebagai note, suara maudy ayunda bagus, kesannya cute.

pada dasarnya film 1 jam 51 menit ini bagus, tapi tidak memuaskan karena saya dapet WTF moment, dan terlebih lagi, bisa dibilang film bagian pertama ini tidak ada klimaksnya. tapi karena scene laut dan wajah dan suara maudy ayunda (minus aktingnya) yang imut, saya kasih 7/10 untuk overall. BTW, it’s worth watching dudes…
Story:8/10
Music:6/10
Visual:7/10
Character:7/10
Total Overall:7/10

maaf ye kebanyakan isinya curhat hehe.

No comments:

Post a Comment